Rabu, 10 Juni 2009

Flu Burung


Flu Burung atau avian influenza yang sempat menyebabkan jatuhnya banyak korban di masa lampau sebenarnya merupakan hasil infeksi varian influenza tipe A subtipe H5N1. Biasanya virus flu ini menyerang unggas seperti ayam, itik, burung, dan lainnya. Pada komunitas unggas, infeksi flu burung bisa menyebabkan kematian unggas dalam waktu singkat.

Akibat meningkatnya kemampuan infeksi virus, yang tadinya hanya menjangkiti golongan unggas dan mamalia, lalu juga menginfeksi manusia. Virus ini dapat menular melalui air liur dan kotoran hewan yang terkena flu. Infeksi virus flu burung umumnya menimbulkan gejala berat. Mulai dari demam mencapai suhu diatas 38 °C hingga berhari-hari.

Namun, menurut Prasna, secara keseluruhan flu ini mirip flu biasa yang juga menimbulkan gejala bersin-bersin, pegal dan linu di persendian, nyeri menelan, dan batuk. Pada perburukannya juga bisa menyebabkan severe respiratory distress (sesak napas hebat).

Ini bisa terjadi bila infeksi terus berlanjut dan ditunggangi bakteri yang menjadi penyebab radang paru-paru (pneumonia). Tak ada pengobatan spesifik untuk penyakit ini. Pengobatan lebih banyak mengupayakan menurunkan keganasan virus dengan antivirus seperti oseltamivir dan zanamivir. Juga merawat gejala yang timbul misalnya, memberikan alat bantu nafas seperti respirator, obat bronkodilator untuk melebarkan saluran nafas, analgesik-parasetamol untuk kasus demam dan nyeri, dan cairan infus untuk pasien yang kurang in take cairan maupun makan.

Sumber berita : Tabloid Nova
http://tabloidnova.com/Nova2/Kesehatan/Umum/Kenali-Ragam-Flu-1

0 komentar:

 
© free template by Blogspot tutorial